Wednesday, October 14, 2015

Disaat cintaku mengalahkan logika part-4



            Handphoneku berdering, sebuah pesan masuk… Jantungku terasa berdetak lebih cepat dari biasa. Rasa penasaranku mengundang gerak reflek dari tanganku untuk membuka pesan itu lebih cepat. Aku terkesiap melihat nomor baru yang masuk dan benar-benar bahagia membaca pesan yang ternyata dari Ucok J. Dia mengatakan bahwa ia sedang dalam perjalanan menuju rumahku. Aku tak menyangka, karena sebelumnya aku sudah mengatur  rencana barangkali dia tidak datang atau dia terlalu canggung, dsb. Dan ternyata kali ini dia memberi sebuah kepastian untuk segera berpakaian dan berdandan sebaik yang aku bisa.
            Dengan sigap, aku mengambil baju pink yang menurutku saat itu, itu adalah baju terkeren yang pernah ada. Dan jauh hari aku sudah merencanakan untuk mengenakannya saat bertemu dengannya. Setelah aku rasa pakaianku cukup baik, aku mengambil peralatan make-up ku yang tersedia seadanya. Aku mengoleskan bedak ke wajahku, memakai pensil alis karena apa jadinya bentuk wajahku tanpa si pensil alis ini. Hihihi… Selanjutnya, ku kenakan eye liner dan mascara seadanya. Jujur, aku tak ingin meninggalkan kesan menor saat bertemu dengannya.
            Nah, saat hendak mengenakan lipstick, tiba-tiba aku tekejut akan suara seseorang. Roommate ku, dia berkata “Pakai lipstick warna pink saja, biar manis”. Akupun sependapat dan memakainya. Tipis, namun rapi. Setelah semua selesai, kembali aku menatapnya. “Manis sekali” katanya. Hahaha.. Pujiannya membuat pedemeter ku naik. Kemudian, sms masuk ke handphoneku lagi, ternyata dia sudah sampai. Well, selanjutnya aku berpamitan kepada roommate ku dan setelah itu meluncur ke TKP.. :D
            Aku benar-benar deg-degan. Dia sudah menungguku dan kami akan bertemu secara langsung. Sampailah sudah, aku celingak-celinguk berharap ada sesosok wajah yang benar-benar ingin aku lihat. Semakin cemas, dia tak ada. Ku ambil handphoneku dan menanyakan dia ada dimana. Tetapi tunggu dulu… Aku melihat bayangan seorang lelaki di belakang mobil. Jelas aku melihatnya dan aku benar-benar yakin bahwa dialah orangnya. Itu si Ucok. Jantungku semakin tak karuan, dan yang paling mencemaskanku kenapa dia tak langsung datang kehadapanku? Apa dia kira aku tak tau dia sembunyi disitu? Haahaha..
            Beberapa saat kemudian, dia bergerak dan menyalakan sepeda motornya dan akhirnya muncul dihadapanku. Uh, leganya!! Aku berdiri malu-malu sambil melihatnya. Dan aku rasa diapun sedikit malu. Dia memandangku sebentar sambil tersenyum kemudian segera mengalihkan pandangan ke arah lain. Aku rasa sedikit kecanggunganku buyar, aku mulai tersenyum melihatnya yang sepertinya speechless dan benar-benar, wow canggung. Aku tak pernah melihat reaksi lelaki seperti ini sebelumnya, dan hal ini benar-benar membuang semua kecanggunganku dan mungkin beberapa menit lagi, sifat agresif gilaku pecah. Hihihi..
            Aku mulai sedikit berbasi-basi kepadanya, dan tak lama ia menyalamiku sebentar sekali, kemudian menarik tangannya, buang muka sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tertawa. Wow, lelaki ini sungguh pemalu. Geli melihatnya, karena mengingat beberapa lelaki yang sudah pernah kencan denganku sebelumnya, selalu mendominasi percakapan. Tetapi dia tidak, dia berbicara saat ditanya saja. Seperti narapidana yang sedang diinterogasi saja. Hahaha… Dan sekali lagi, hal ini benar-benar membuatku merasa tertantang. “Kita kemana nih?”, tanyanya.. Padahal di chatting sebelumnya, kami sudah memutuskan untuk stay di rumahnya saja, sekedar ngobrol. “Tetapi kemarin sudah fix kalau kita ke rumahmu saja.”, jawabku seadanya. Ada sedikit lega di air mukanya, dan kemudian kamipun pergi menuju tempat yang aku kira akan menjadi saksi bisu tentang kehidupan cinta kami selanjutnya.
*To be continue ….

Wednesday, September 30, 2015

The Never Ending Sadness…



Rabu, 30 September 2015

Hari ini aku benar-benar kalut. Pagi hari yang seharusnya diawali dengan senyum dan semangat malah menjadi sebuah kesedihan untukku. Aku sedih sekali, sungguh keadaan ini sulit untuk ku terima. Seharusnya pagi ini aku bangun membayangkan betapa gembiranya hatiku akan bertemu dengan teman-teman sekelas ku 3SIA 5 di kampus nanti. Tapi tidak, aku membayangkan akan berada di tempat pengasingan karena aku harus belajar di kelas yang lain. Aku heran, kenapa mereka memindahkan kelasku sesuka hati saja. Kenapa tak ada konfirmasi atau sesuatu yang bisa mencegah hal ini terjadi? Mungkin banyak orang kira ini adalah sesuatu yang sepele. Ya, sepele.. Apa yang salah dengan pemindahan kelas? Bukannya tujuan utama untuk belajar? Oh, sungguh hal ini benar-benar mempengaruhi kehidupanku. Aku sudah menyayangi semua teman-temanku. Tak adalagi tawa lepas mereka disekelilingku, takan adalagi tingkah konyol mereka yang akan mengundang kebahagiaan untukku, takan adalagi ejek-ejekan lucu mereka untukku. Aku tak bisa menerima ini. Tetapi akupun tak memiliki kekuatan untuk memperbaiki kerusakan ini.
Kenapa harus aku yang dipisahkan dari mereka untuk masuk ke kelas yang di elu-elukan sebagai kelas unggulan.3 SIA 1??  Shitt… Aku tak butuh itu. Semua ini hanya omong kosong! Hal ini sungguh tidak penting untuk saat ini. Sekarang bukan zaman sekolah menengah lagi mengadakan kubu-kubu tak jelas seperi itu. Aku tak butuh gengsi. Aku butuh teman-teman yang secara tak langsung berperan besar menjadi sumber inspirasiku.Aku akan semakin berkembang jika aku bisa bebas mengeluarkan seluruh argumentasiku di tempat yang bisa memberi kenyamanan untukku. Bagaimana caranya agar aku bisa bangun dari mimpi buruk ini??

Wednesday, August 19, 2015

Salah pilih

Hari ini rasanya lelah sekali, baik pikiran maupun badan. Teringat percakapan beberapa hari lalu bersama salah satu teman kampus. "Ya memang bukan disini minat dan bakat kita, tapi bagaimana pun yang sebaiknya kita lakukan adalah belajar mencintai". Kata-katanya ada benarnya, tetapi kasus yang dihadapi disini adalah tentang apa jadinya kalau kita sudah BELAJAR mencintai tapi tak pernah bisa untuk benar-benar cinta.
Flashback ke masa lalu, saat jurusan teknik komputer sedang nge-trend aku juga ikut-ikutan masuk ke jurusan itu. Tanpa aku tau hal apa yang akan dipelajari disana. Hanya beberapa gambaran, perbaiki komputer dan merakit komputer. Wow, merakit!! Mendengar kata itu aku sungguh tertarik, bagaimana mungkin alat secanggih itu bisa dirakit oleh seorang anak SMA? Tak sabar menunggu waktu belajar tiba. Nah, saat ketidaksabaranku terjawab bukan kepuasan yang kudapat. Aku kecewa, ternyata merakit dalam arti yang sebenarnya adalah membongkar dan memasang seperti permainan anak kecil, membongkar dan memasang puzzle. Maaf, tak ada maksud menyinggung. Hanya mengutarakan kekecewaan saja... Pertama, beli casing cpu, beli harddisk,beli RAM, beli ini, beli itu.. pasang, pasang, baut, baut dan obeng-obeng. Semua serba beli.. Tak apa, walaupun di bidang ini aku sedikit salah prediksi, namun di mata pelajaran lain seperti matematika,b.inggris aku masih tertarik..
Waktu berlalu, selesailah masa SMA... Jelas saja, aku mengulangi kebodohan yang sama. Saat memutuskan untuk melanjutkan pendidikan aku malah memilih jurusan Sistem Informasi yang banyak awam sebut, jurusan komputer.. :D
Sebenarnya ada beberapa faktor yang membuat aku memilih kampus dan jurusan ini.
1. Aku sudah mencoba mendaftar ke perguruan tinggi Negri yang tanpa muluk-muluk dari kampus pertama sampai kampus ketiga aku meng-klik pendidikan bahasa inggris. Karena disitulah passion ku berada. Tapi di jalur pertama aku gagal. Kemudia aku mengambil jalur test, sama seperti sebelumnya, universitas 1-3 aku pilih bahasa inggris lagi. Saat tes tiba, betapa terkejutnya aku melihat soal yang WOW, mau kuliah bahasa inggris saja kenapa aku harus menjawab soal Matematika yang jawabannya entah didapat darimana, soal bahasa Indonesia yang pilihan jawabannya tak ada yang salah, jawab soal ips. Mengingat basic sekolah menengah kejuruan, aku tak bisa menyalahkan soal atau apapun. Apalagi bimbingan belajar juga tak pernah aku masuki sekalipun. Mulai dari sini, aku sudah meng-klaim bahwa bahasa inggris bukanlah jodohku.
2. Dikarenakan niat untuk kuliah dengan biaya sendiri aku memilih kampus yang biaya masuk awal ya sesuailah dengan gaji bulan itu. Dan ternyata kampus yang aku pijaki sekaranglah yang pas dengan kondisi kantong. Dan resiko beratnya adalah aku harus berhadapan dengan komputer lagi.

Waktu berlalu begitu cepat, saat semester pertama semua mata kuliah ku sapu bersih.. Tak ada  yang sulit aku kira. Dan mulailah aku semangat mungkin disinilah cintaku berlabuh. Ya hadiahnya adalah IP cum laude, 3,90 with 4,00 scale. Almost Perfect!!!
Tetapi di semester ini, semester 2 aku mulai merasakan tantangan gilanya. Karena banyak mata kuliah yang membahas pembuatan program dan aku harus berkutat dengan koding-koding yang terkadang aku harus mengutuki diriku sendiri setelah langkah yang di ambil semudah itu saat sang dosen menjelaskan.
Tapi, apakah ini salahku jika aku tak bisa nalar terhadap mata kuliah ini? Aku sudah memberi focus yang baik, perhatian yang baik. Tapi mengapa tak bisa ku tangkap?? Mulailah di semester ini aku sadar bahwa aku tak lebih dari seorang pecundang. Aku paling gengsi dengan istilah copy paste. Aku paling tak kenal kata menyerah. Tapi karena tuntutan nilai gono gini, aku mulai membohongi diriku. Aku malas buat tugas, aku lebih suka menjadi seorang tukang edit, ujian aku lebih banyak berpasrah. Seperti tadi, saat ujian desain web. Aku sudah berusaha, tetapi aku tetap tidak bisa. Ingin rasanya menumpahkan semua air mata yang tertahan. Sudah gagal, malah diberi tugas perbaikan pula. Yang lebih sulit pula. Oh, God.. yang mudah saja belum bisa, bagaimana yang sulit?

Seseorang menyarankan kepadaku untuk drop out dan mengambil jurusan bahasa inggris saja yang sesuai dengan passionku. Tapi seperti makan buah simalakama. Mengingat perjuangan menghabiskan seluruh gajiku selama setahun rasanya seperti anak pejabat saja, suka buang-buang uang. Dan, umur menuju 21 ini benar-benar menyiksaku, yang seharusnya aku sudah berada di semester 7.

Stuck..

Semoga diluar sana, tak adalagi korban salah pilih... Jangan pernah bohongi hatimu!!

Tuesday, August 11, 2015

Disaat cintaku mengalahkan logika part-3

Terus aku bales lagi pesan dari ucok isinya gini nih...
"Masih kenal aku gak?? Jangan keseringan begadang yah, gak bagus" and then pesan itu nyampe ke dia.
But, aku baca ulang. Loh?? Kok kesan nya isi pesan aku over perhatian gitu ya? tapi udah terlanjur terkirim, kalo mau ngebatalin aku harus datangin Bang Mark Zuckerberg dong ke Amerika Serikat supaya dia batalin inbox aku ke ucok. Hahaha.
Tapi jujur, di balik pesan singkat ku tadi terkandung ketulusan di dalamnya. Aku ngetik pesan itu pakai hati melalui jemari.. hehehe

Dan percakapan pun berlanjut, biasalah cowok.. Tak pernah lepas dari gombal. Ya, walaupun begitu aku tetap senang karena bisa nanya-nanya. Dia muncul dari planet mana, Hobinya apa, mantannya berapa, udah kelas berapa, perjaka atau giman, bla,bla, bla,bla and bla..

Lama kelamaan chattingan ama dia itu sudah menjadi rutinitas, tiap malam tanpa jeda. Pas.. pas banget dia ada disaat masa itu adalah masa tersulit di dalam hidupku. Dimana aku harus kehilangan sumber rupiah untuk hidup dan kuliah. Nyari sumber rupiah lain tak secepat membalikkan telapak tangan. Aku senang dia ada, aku bersyukur. Setidaknya menjelang tidur di malam hari aku merasa sedikit tenang, karena ada angin sejuk yang menenengkan hatiku.

Waktu berlalu begitu cepat, tibalah saat nya untuk kami bertemu di dunia yang sebenarnya. Aku berterimakasih kepada facebook karena ia membuka kesempatan kepadaku untuk bertemu dengan nya. Kami mengatur janji untuk bertemu di malam minggu, sedikit deg-degan tapi tak apalah bisa diatasi karna yang akan ku temui seorang ucok bukan seorang jokowi.

Bersambung..

Sunday, July 19, 2015

Disaat cintaku mengalahkan logika part-2

Puas stalking fb si Ucok, tiba saatnya aku harus memasuki babak mencuri hati...Hehehe, karna jujur makin hari makin demen aja ama si ucok. Setiap aku mau masuk kerja aku baca mantra dulu nih, "Bibbibbooailaahgalei paritaortus simalakasuektus ormabus elektus", yang artinya "Wahai dewa dan dewi cinta yang maha kuat mempersatukan dua cinta, tolong untuk malam ini, aku ingin sekali melihat wajahnya". Wakwaw, :D mantraku ampuh dan bagi para jomblo ngenes mantra diatas perlu dicoba untuk mengurangi populasi jones yang semakin menjamur.
Well, waktu dia ada disana senanglah pastinya walaupun rada-rada salting. Tapi aku heran, ngapain salting ya? emang dia tau apa aku lagi salting. hahaha..Yang jadi pokok permasalahannya disini adalah, kapan aku bisa add fb si ucok, bisa ngechat dia, bisa curcol, bisa becanda ??? Kalau aku nge-add dia terus ajak dia chat terus dia melongo ke arah aku terus aku harus bilang "Haii" sambil nyengir gitu?? Walaupun otakku sedikit sengklek, tapi aku gak akan sesengklek itu untuk urusan hati yang harus diperjuangkan.. Ceilehh... Aku mikir sampe capek, aku mikir apa warnet ini aku bom aja ya pas lagi sepi supaya warnet ini hancur dan aku gak ada disitu lagi terus aku bisa ajak si ucok kenalan? No, jangan... karena namaku Tuty dan aku bukan teroris.. haahaa.. Oke, aku tau. Sepertinya aku harus mengundurkan diri dari jabatanku yang mahal banget ini, wkwkwk supaya aku pergi menjauh dan mulai beraksi..

03 April 2015

Bos : Gimana??? Duitnya udah di itung?
Aku: Udah bos... Aku balek ya.. (Lari pengen cepet-cepet nyampe rumah karna ada panggilan alam)
Bos: Woy, sini dulu!
Aku: Apa lagi bos???!!!! :@ :@
Bos: Ni gaji kau, kau itung pas ato gimana.
Aku: Kurang bos, kurang banyak. Hahahaah..
Bos: Yaudah, ni aku tambahin. Tapi kau besok gak usah datang lagi karna tempat ini mau ditutup.
Aku: Serius bg??? Oke bg. Makasih ya makasih..

Berarti aku gak ada kerjaan lagi nih, terpaksa nyari lapak baru... Sedih sih... Tapi aku senang banget, aku bisa gangguin si ucok lebih leluasa, kerjaan mah banyak kalau ucok cuman satu!! Horeeee...Merdeka.. Merdeka...

Sesampainya di rumah, ambil hp terus buka fb ucok terus aku add plus ngechat. "Hallo, bg ucok apa kabar". Tutup hp lompat-lompat kayak anak kanguru berharap si ucok langsung balas. Gak sadar ada roomate aku di kamar terus dia bilang. "Eh, kau kenapa?" "Aku di pecat", "Oh, ada ya orang dipecat lompat-lompat. makin gak jelas kau".. Hehehe, aku nyengir aja.

Seminggu kemudian,

Loh, si ucok kok gak balas ya??? Mungkin dia lagi bertapa di hutan amazon minta pencerahan. Kan disana gak ada signal. Well, aku positive thinking ajalah kayak lagu kobe. :D

Dua minggu kemudian,

Gak dibalas juga?? Mungkin dia dimakan Anakonda atau bisa jadi Anabelle ya disana?? Aduh, ngawur... Aku tunggu aja deh..

Dua hari kemudian setelah dua minggu kemudian tadi,

Aku mulai kehilangan harapan, dan mulai mendendangkan sebuah lagu, "aku berhenti berharap dan menunggu datang gelap, hingga nanti suatu saat tak ada cintaku dapat..."
Teett... (Pencet bell), Sheila On 7, Berhenti berharap!! TEPAT SEKALEEEEEEEEE! \m/
Hm, mungkin memang dia bukan tipe easy going gitu dan aku mulai sadar, mungkin memang belum ini saatnya. Dan kembali aku menggalau, duduk di sudut kamar matiin lampu pasang lilin duduk lipat kaki pasrah, sambil menunggu malaikat pencabut nyawa nyabut nyawa gue,,,

Huh, kembali aku menjalani hari-hariku yang membosankan... Tiba-tiba hp aku bunyi, Aku buka...
Sadisssss, dia balas inbox aku... Terimakasiih Tuhan...
Senang, rasanya seperti orang yang lagi senang... Hahahaha..
Aku baca isi pesannya, isi nya lucu..

"Hallooo juga kak, :D "
Hahaha, sok imut lu ucokk..

Bersambung.....




















 

Wednesday, July 1, 2015

Happy Birthday Mama


Mama,

Hari ini genap 47 tahun usia mu menjajaki dunia ini..

Genap pula setengah kehidupan mu engkau habiskan untuk menjadi seorang malaikat yang begitu bersinar untuk kami anakmu..

Mamaku yang maha luar biasa, sungguh ungkapan terimakasih yang sebesar dan sebanyak apapun takan mampu membalas semua perjuangan dan pengorbanan mu..

Mama, disini…

Ditempat yang jauh dari mu, aku berterimakasih kepada Tuhan untuk perlindungan Nya yang luar biasa kepada mu. Dan aku selalu berdoa agar Tuhan memberikan kesehatan dan umur yang panjang untukmu mama…

Mama, aku tak bisa membeli berlian untukmu….

Dan aku mengerti, engkau tak butuh itu..

Engkau hanya ingin aku menjadi anak yang baik karna bagimu harga kebaikan tak akan pernah kalah oleh berlian…

Mama, aku ingin sekali mengirimkan uang yang banyak untukmu..

Dan aku juga tau, engkau tak butuh itu..

Engkau hanya ingin aku selalu mengirimkan kabar untuk mu bahwa aku sehat dan selalu berbahagia..

Mama, aku ingin sekali  mengajakmu keliling dunia dan berbelanja baju-baju indah,,

Dan tak perlu engkau jelaskan aku sudah tau mama..

Engkau hanya ingin aku menggapai cita-citaku disini dan segala kebahagiaan tentangku menjadi bahagiamu…

Mama, aku tau diriku selalu ada di hatimu dan menyebut namaku di doamu..

Aku bisa merasakannya lewat pertolongan Tuhan yang luar biasa dalam setiap kesusahanku. Aku 100% yakin tanpa doa mu mama, takan pernah aku sekuat dan sehebat ini dalam mengalahkan silaunya dunia..

Terimakasih mama…

Untuk cintamu yang tak pernah berkesudahan..

Aku ingin engkau bangga mama, memiliki anak seperti kami..

I love you mom..

Happy birthday..

Wednesday, June 24, 2015

Menghadapi Stress di Tempat Kerja

Lihat tuh!!! Judulnya aja bikin males baca... Ya.. begitulah, PEKERJAAAAAAANN....
Awalnya ni ya, waktu aku SD, SMP, SMA kalau lihat di filem-filem kerja di suatu perusahaan atau dimana aja, sepertinya sesuatu sekali ... Pakai seragam, meeting, ketemu orang-orang baru, sibuk, cantik-cantik, ganteng-ganteng, dst. Tapi, setelah aku memasuki yang namanya dunia kerja ternyata semua itu bohong. Tak seindah yang dibayangkan... Jujur sejujur jujurnya, tempat kerja itu bisa buat orang yang awalnya normal jadi sedikit sarap atau gilaa.. Bayangin ni ya, awalnya si bos ngomong begini, tanpa kalian  perusahaan ini tidak akan bisa berjalan.. Kami otak tetapi kalian anggota tubuh yang menggerakkan perusahaan ini. Wew, semua semangat gak karuan sampai ngefly kayak orang abis nelan pil anjing. Hahahaha... Tetapi, keesokan harinya si bos ngomong gini.. Ehem, "Saya sudah perhatikan kinerja kamu selama ini. Memang untuk bagian yang ini kamu bisa, tapi di bagian yang satunya lagi saya tak melihat peningkatan yang signifikan dari kamu. Jadi, saya harap kamu tingkatkan itu dan kalau tidak bisa juga, mohon maaf apabila kamu saya CUTTTTT!!!". Anjrit, ini bos obsesi gila mungkin ya mau jadi sutradara suka ngomong cut,cut,cut.. Hahahaha.. Dan mari kita lihat gimana kondisi si karyawan. Heloooooooo.. Kamu dimana????? dan ternyata si karyawan yang udah  di omelin tadi ada di toilet. Dia duduk di closet, kakinya di naikin terus dia nangis kayak anak baby gak dikasih netek, Hahahahaha, dalam hati dia bergumam "Dasar bego, pecundang, gak berguna, ngerjain gini aja gak becus".. Ya, lo memang begok tapi lebih begok lagi kalau kita mengutuki diri kita sendiri. Biarin aja, toh gak ada manusia yang sempurna kan..
Heloooo, bos setressss ingat yang anda pekerjakan itu manusia bukan robot. Hargain dikit. Yang namanya manusia pasti tak ada kesempurnaan dalam dirinya. Lo manusia jugakan bos kampret!! Manusia, adalah makhluk Tuhan yang memiliki perasaan. Bisa sedih,senang, kecewa, semangat, campur aduklah kayak gado-gado..
Tapi, sesuai dengan peraturan yang entah tertulis dimana bahwa ada 2 pasal.
Pasal 1 : Bos tidak pernah salah.
Pasal 2 : Jika bos bersalah, kembali ke pasal 1.
Itu dia, isi pasal yang sebagian orang gak terima. Tapi mau sampai  alien main lompat tali ama anak TK, juga kedua pasal ini tak akan pernah berubah. So, kalau sang penulis blog ini sendiri sih udah kebal ngadepin hal norak seperti ini. Jadi sekedar ngasi saran nih untuk para pekerja yang udah hamper stress, udah jangan mau nyia-nyia in hidup yang indah ini. Kalau bos terus ngamuk gak jelas ada dan tanpa adanya sebab, just calm down bro.. SANTAI AJA. Biarin, itu bisnis dan kekuasaan dia. Biarkan dia bernyanyi merdu. Sebagai the smart employee, kalian bisa pasang Ear Phone tak kasat mata alias hanya kalian yang bisa liat ear phone itu. Caranya gimana?? Waktu dia ngomel gak jelas, bayangin aja yang ada di hadapan kalian itu Bondan Prakoso ft Fade 2 Black lagi ngerap di depan kalian. Pasti rasanya keren dan kalian merindukan omelan dari bos kalian itu lagi. Hhahahahah..
Cara kedua, setelah bos ngomel dan dia pergi, lekaslah amnesia. Caranya gini, Hah?? Tadi si bos ngomong apa ya?? Kok ingatan aku bisa lumpuh begini??? oh astaga.. Hahahaha...
Nah, sesampainya di rumah,  pura-pura amnesia ini juga jadi senjata ampuh... Kalian bisa baring sebentar di tempat tidur sambil memejamkan mata, setelah itu kalian bisa buka mata terus berfantasi, "Tadi sepertinya sebelum berada di kamar ini, aku berada di suatu tempat.. Tapi dimana ya???, yasudah lebih baik aku tidur saja".. Begitu seterusnya, supaya stress kalian di tempat kerja itu tak menimbulkan efek ingin bunuh diri atau apapun itu. Ingat guys, hidup ini terlalu singkat untuk memikirkan masalah gak jelas gitu. Memang, tanpa adanya pekerjaan maka bagaimana caranya melanjutkan kehidupan. Bener, tetapi disaat ada pekerjaan tolong jangan terlalu ambil pusing. Biarkan dia mengalir.. Salam sayang, penulis.